..untersiggenthal.ch.. Die Historiker haben sich sehr gut um die täglichen Standorten der Lewis-und-Clark-Expedition dokumentiert. Die Tatsache, dass Lewis vom fast alle seine botanischen Versammlungen ermöglicht somit mehr lesen mit geographischer und zeitlicher Präzision, die Herkunft jeder Probe zu finden, die genau die Art Auflösung in Teece Arbeit erforderlich. Da der Lewis and Clark Herbarium die industrielle Revolution vorgelagert ist, http://www.untersiggenthal.ch/?propecia-kassenrezept die dramatischen Veränderungen in der Chemie der Welt Atmosphäre angestiftet hat dieses Herbarium das Potential Informationen, um die Atmosphärenchemie der europäischen Nordwesten aus der Zeit vor der Einführung Gase Fabrik Abwässer und Verbrennungsmotoren zur Verfügung stellen. Teece Hat die Erlaubnis notwendig Probe einige http://www.untersiggenthal.ch/?viagra-rezeptfrei-kaufen Exemplare in der Lewis-und-Clark-Herbarium erhalten. Einige der Ergebnisse der Analysen wurden Teece veröffentlicht.

Archive for News Flash

Joko Tingkir, Sang Pendeteksi Tsunami

DESKRIPSI JOKO TINGKIR

                               PANDUAN PENGUKURAN DURASI RUPTURE SECARA MANUAL

PaketLengkapPengukuran Durasi Rupture

Softawre Joko Tingkir hasil karya dosen Fisika FMIPA UNESA ini sejak tahun 2012 telah diujicoba secara offline dan sejak pertengahan 2013 telah diujicoba secara real time di Pusat Penelitian dan Pengembangan (PUSLITBANG) BMKG Jakarta. Gambar di atas adalah sampel hasil proses aplikasi real time menggunakan software Joko Tingkir untuk gempa bumi yang terjadi di Irian Jaya pada tanggal 9 Januari 2014. Hasilnya sangat menggembirakan karena sangat jitu dalam mendeteksi apakah suatu gempa bumi berpotensi tsunami atau tidak secara cepat dan lebih akurat. Kriteria tsunami yang digunakan oleh Madlazim, pembuat software Joko Tingkir ini, lebih stabil dibandingkan kriteria tsunami yang selama ini dipakai Ina-TEWS (Indonesian Tsunami Early Warning System) yang sudah diinstal di BMKG sejak 2008. Joko Tingkir akan diterapkan BMKG mulai tahun 2014. Berita selengkapnya bisa dibaca di majalah TEMPO edisi 25 Februari samapi 3 Maret 2013 atau di KORAN TEMPO edisi 25 Februari 2013 atau bisa juga login di website-nya tempo sbb.: http://majalah.tempo.co/kanal/2013/02/24/Sains atau http://koran.tempo.co/kanal/2013/02/25/12/Iptek atau http://m.majalah.tempo.co/kanal/2013/02/24/Sains. Yang paling mudah adalah dengan cara klik link berikut TEMPO_OK.. Berikut file presentasi hasil validasi Joko Tingkir untuk peringatan dini tsunami real time yang dilakukan oleh Tim PUSLITBANG BMKG Pusat Jakarta disajikan pada

In the 3rd International Symposium on Earthquake and Disaster Mitigation (ISEDM)
Yogyakarta, 17-18 December 2013

Dikti Ancam Tutup S3 yang Tidak Publikasi di Jurnal Internasional

Surat edaran Dikti terkait ancaman tutup S3 bisa diunduh di link berikut Penataan-Program-Doktor
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menutup program studi S3 yang tidak produktif publikasi karya ilmiah di jurnal internasional yang bereputasi. Untuk tahap awal, Dikti akan mengevaluasi kinerja publikasi ilmiah di jurnal internasional untuk program studi S3 di kampus negeri maupun swasta. Program penataan program studi S3 terkait publikasi ilmiah internasional ini tertuang dalam surat edaran Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud No 1483/E/T/2012. Dalam surat edaran ini, intinya Ditjen Dikti ingin mengevaluasi surat edaran sebelumnya (Nomor 152/E/T/2012) tentang publikasi karya ilmiah mulai jenjang S1, S2, hingga S3. Pada surat edaran Nomor 152/E/T/2012, Ditjen Dikti dengan tegas meminta setiap program studi S3 membuat persyaratan tambahan bagi calon lulusannya. Yaitu setiap mahasiswa yang akan lulus S3 wajib mempublikasikan dulu karya ilmiahnya di jurnal internasional. ’’Surat edaran kami yang baru ini untuk mengevaluasi surat edaran sebelumnya,’’ tutur Dirjen Dikti Kemendikbud Djoko Santoso di sela rapat kerja dengan Komisi X DPR, Rabu (5/12). Dia mengatakan, apakah surat edarannya tentang kewajiban mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional untuk mahasiswa S3 dijalankan perguruan tinggi atau tidak. Memang kelihatannya jika program studi S3 tidak menerbitkan karya ilmiah di jurnal internasional itu merupakan kesalahan mahasiswa sendiri. Namun menurut mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, tetapi sebenarnya itu bukan kesalahan mahasiswa tetapi salah kampusnya. ’’Seharusnya kan kampus membuat kebijakan tegas calon lulusan harus mempublikasikan karya di jurnal internasinal. Jika belum menerbitkan, tidak bisa diluluskan,’’ ucapnya. Dengan kebijakan itu, Djoko yakin mahasiswa program studi S3 akan mengikutinya. Menurut Djoko paling lama tahun 2013 pihaknya akan menerima laporan tentang upaya mahasiswa program S3 mempublikasikan karyanya di jurnal internasional. Dia mengatakan, ada sanksi tegas jika ternyata kampus negeri maupun swasta tidak mengindahkan instruksi publikasi karya ilmiah itu. Sanksi pertama, Ditjen Dikti akan meninjau kembali izin program S3 yang selama 2012 mahasiswa tidak pernah publikasi karya ilmiah di jurnal internasional. ’’Saya tegaskan, program studi S3 seperti itu tidak layak (untuk diteruskan operasinya),’’ ucap Djoko. Dia mengatakan prodi seperti itu tidak mencerdaskan bangsa, tetapi malah membebani negara. Sanksi kedua, mulai tahun 2013 Ditjen Dikti menyetop pemberian beasiswa program S3 kepada mahasiswa di kampus yang tidak pernah publikasi karya ilmiah di jurnal internasional. Beasiswa ini akan dialihkan ke kandidat di program S3 yang mahasiswa rajin publikasi karya ilmiah internasional.

Djoko menegaskan alasan mahasiswa program S3 kesulitan mengakses jurnal internasional karena sedikit jumlahnya, tidak tepat. Saat ini jumlah jurnal yang diakui internasional ada 19 ribu lebih judul. Semuanya sudah mendapatkan pengakuan Ditjen Dikti alias bukan abal-abal. Ribuan jurnal internasional itu mencakup bidang ilmu fisika, kesehatan, sosial, dan kehidupan serta bidang ilmu lain. ’’Jadi bukan urusan tidak ada wadahnya. Tetapi mereka (program studi S3) yang tidak mampu,’’ ucapnya. (wan)

JURNAL PENELITIAN FISIKA DAN APLIKASINYA (JPFA),ISSN:2087-9946

Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA), ISSN:2087-9946, adalah jurnal peer-reviewed yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini terdsedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang Fisika Modern dan Fisika Klasik, Fisika Eksperimen dan aplikasinya termasuk:

  • Pendidikan Fisika
  • Fisika Instrumentasi dan Pengukuran
  • Fisika Material
  • Fisika Komputasi
  • Fisika Bumi

Baca Selengkapnya …

Dosen Fisika FMIPA Dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi UNESA 2012

Pagi yang cerah di bumi Ketintang Surabaya, saat itu tanggal 19 Desember 2012 dilaksanakan upacara Dies Natalis UNESA tahun 2012 di halaman kantor Pusat UNESA kampus Ketintang. Pada hari itu juga diumumkan beberapa pemenang lomba dan juga Dosen berprestasi. Sebagai pemenang I dosen berprestasi UNESA tahun 2012 ini adalah dosen dari Jurusan Fisika Fakultas MIPA UNESA, yaitu Dr. Madlazim, M.Si. Pada tahun 2011 sebagai pemenang I dosen berprestasi UNESA juga berasal dari Fakultas MIPA, yaitu Prof. Dr. Suyatno, M.Si dari Jurusan Kimia.