Archive for August 2013

ORASI ILMIAH PENGUKUHAN GURU BESAR Prof. Dr. Madlazim, M.Si Tgl. 28 Agustus 2013

Yang saya hormati dan saya muliakan :

Rektor, sekaligus sebagai Ketua Senat Universitas Negeri Surabaya.

Sekretaris dan Para Anggota Senat serta Dewan Guru Besar Universitas Negeri Surabaya.

Ketua dan anggota Dewan Penyantun Universitas Negeri Surabaya.

Para Pembantu Rektor, para Dekan dan Pembantu Dekan selingkungan Universitas Negeri Surabaya

Direktur dan Asisten Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya.

Para pimpinan Jurusan, Ketua Program Studi selingkungan Universitas Negeri Surabaya.

Kepala Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika Pusat Jakarta atau yang mewakili

Rektor Universitas Islam darul Ulum Lamongan dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Anwar Mojokerto.

Para Tamu Undangan, Bapak, Ibu hadirin dan hadhirat, serta handai taulan semua.

 

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat siang dan Salam Sejahtera untuk Kita Semua,

Kita semua sebagai umat beragama yang meyakini kekuasaan, kemurahan dan kebesaran-Nya, marilah bersama-sama menyampaikan puji syukur kehadirat-Nya atas limpahan rahmat, hidayah karunia dan berkah dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat dipertemukan di ruangan ini dalam suasana yang khidmat dan membahagiakan. Ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya saya sampaikan kepada Rektor yang sekaligus sebagai Ketua Senat Universitas Negeri Surabaya, yang telah memberikan kepercayaan dan kehormatan kepada saya untuk menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Fisika Bumi dalam Rapat Senat Terbuka ini. Kesempatan ini juga merupakan pemenuhan kewajiban yang harus saya laksanakan untuk menjadi seorang Guru Besar.

 

 Hadirin sekalian yang saya hormati dan saya muliakan,

Perkenankanlah saya menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul :

“UPAYA PENINGKATAN KINERJA PERINGATAN DINI TSUNAMI MENGGUNAKAN MODEL FAULTING TSUNAMI”

Yang akan saya sampaikan dengan bantuan visualisasi dengan urutan metode saintifik; Observing, questioning, associating, experiment dan networking. Pembudayaan metode saintifik telah diamanatkan oleh Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 berupaya membantu kita untuk membudayakan metode saintifik dalam menyelesaikan masalah-masalah kontekstual. Kalau pola pikir induktif ini sudah membudaya, saya yakin ke depan anak negeri ini akan mampu menghasil temuan-temuan yang bertaraf internasional.

Hadirin sekalian yang saya hormati dan saya muliakan,

Kinerja peringatan dini tsunami ditentukan oleh kecepatan dan keakuratan informasi parameter gempa bumi sebagai penyebab tsunami. Sedangkan pemodelan sumber gempa bumi yang merupakan penyebab tsunami menjadi penting karena obyek sumber gempa bumi terletak puluhan bahkan ratusan kilo meter di bawah permukaan air laut. Sampai saat ini belum ada instrumen yang mampu mendeteksi dan sekaligus mengukur parameter sumber gempa bumi secara langsung.

Berdasarkan OBSERVASI telah diketahui bahwa sejak tahun 1629 sampai tahun 2012 telah terjadi sekitar 172 tsunami di Indonesia. Potensi tsunami terdapat di 233 kabupaten/kota dengan penduduk sekitar 5 juta jiwa berada pada daerah rawan tsunami di Indonesia. Potensi tsunami di daerah-daerah tersebut pada masa-masa yang akan datang akan terus berpeluang besar untuk terjadi karena sumber gempa bumi yang berupa zona subduksi, intra-plate, erupsi gunung berapi di laut, dan tsunami dari luar wilayah Indonesia masih aktif. Dalam konteks kemandirian bangsa menghadapi potensi bahaya tsunami inilah, maka perlu ditingkatkan kinerja sistem peringatan dini tsunami untuk meminimalkan resiko bencana.

Beberapa lembaga dunia yang mengelola peringatan dini tsunami seperti Japan Meteorology Agency, dan West Coast and Alaska, Pasific Tsunami Warning Centres dan the Indonesian Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS) mengidentifikasi parameter magnitudo dan lokasi pusat sumber gempa bumi untuk indikator apakah gempa bumi tersebut berpotensi tsunami atau tidak. Ini berarti peringatan dini tsunami tersebut menggunakan Model Faulting Seismik.

Berdasarkan sejarah  kegempaan di Indonesia setidaknya terdapat 17 gempa bumi dengan magnitudo lebih besar 7 telah menunjukkan bahwa walaupun kriteria tsunami tersebut sudah terpenuhi, tetapi ternyata tidak semua gempa bumi tersebut menimbulkan tsunami. Bahkan beberapa gempa bumi dengan magnitudo kurang dari 7 ternyata bisa menimbulkan tsunami. Peringatan dini tsunami pernah dikeluarkan untuk gempa bumi tanggal 25 Oktober 2010 yang terjadi di Mentawai setelah 5 menit setelah gempa bumi terjadi, tetapi satu jam kemudian peringatan dini tersebut diakhiri. Padahal, sekitar 423 warga Kepulauan Mentawai sebenarnya tengah bergelut dengan maut karena ombak tsunami. Sebelumnya, gempa bumi yang terjadi di dekat pantai Sumatra Utara tanggal 6 April 2010 dengan magnitudo, lolasi dan kedalaman yang hampir sama dengan gempa bumi yang terjadi 25 Oktober 2010 tersebut, tetapi gempa bumi yang satu tidak menimbulkan tsunami, sedangkan gempa bumi lainnya menimbulkan tsunami.

Ketidakpastian yang tinggi pada peringatan dini tsunami yang menggunakan Model Faulting Seismik dalam rentang sekitar 5 menit pertama setelah gempa bumi ini harus diupayakan untuk dikurangi, sehingga pengambilan keputusan terjadi tsunami atau tidak, secepatnya bisa diumumkan kepada masyarakat luas dengan keakuratan yang lebih baik. Keakuratan Ina-TEWS masih kurang dari 60%. Dari 14 peringatan dini tsunami yang pernah dikeluarkan sejak tahun 2008, 8 peringatan dini tsunami yang benar-benar terjadi tsunami sebagaimana yang dirilis Majalah nasional, Tempo pada tanggal 3 Maret 2013 dan  Koran Tempo pada tanggal 3 Maret 2013. Penerapan Model Faulting Seismik sebagai indikator peringatan dini gempa bumi sudah cukup akurat, tetapi sebagai peringatan dini tsunami masih perlu dievaluasi.  

Hadirin dan hadirat yang saya hormati dan saya muliakan,

Yang menjadi PERTANYAAN adalah 

1.  Adakah parameter lain yang lebih dominan pengaruhnya terhadap terjadinya tsunami, selain   parameter magnitudo?

2.   Kalau ada, apa jenis paramater tsb?

3.   Bagaimana cara mengukur parameter tsb secara cepat dan akurat?

Hadirin dan hadirat yang saya hormati dan saya muliakan,

Diperlukan MENALAR untuk menentukan model faulting yang bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja peringatan dini gempa bumi dan tsunami.  Ada dua model faulting, yaitu Model Faulting Seismik dam Model Faulting Tsunami. Model Faulting Seismik selama ini telah digunakan untuk indikator peringdini tsunami. Untuk Model Faulting Tsunami telah dicetuskan oleh Satake pada tahun 1994. Pada mulanya Satake berpendapat bahwa Model Faulting Tsunami bisa direpresentasikan oleh durasi rupture dan periode dominan. Perkalian antara durasi rupture dan periode dominan bisa digunakan sebagai indikator peringatan dini tsunami. Tetapi dalam implementasinya komputasi durasi rupture dan periode dominan dalam waktu singkat masih menjadi tantangan. Kemudian pada tahun 2011 Lomax dan Michelini mengusulkan konsep durasi exceeds 50 detik dengan kelebihan komputasinya lebih cepat, sehingga sangat mungkin untuk indikator peringatan dini tsunami. Hanya saja konsep ini baru akurat untuk even gempa bumi teleseismik eating with ambien untuk model bumi global. Sedangkan konsep durasi exceeds 50 detik yang berbasis model faulting tsunami hasil penelitian kami ini bisa diterapkan untuk even lokal yang sesuai dengan kondisi di Indonesia. Model Faulting Tsunami untuk even lokal meliputi tiga besaran fisika yang diukur secara simultan, yaitu durasi rupture, periode dominan dan durasi exceeds 50 detik dari gelombang primer. Ketiga besaran ini dapat menggambarkan apakah suatu gempa bumi berpotensi menimbulkan tsunami atau tidak.

Hadirin dan hadirat yang saya hormati dan saya muliakan,

EKSPERIMEN dalam upaya peningkatan kinerja perinagatan dini tsunami yang berbasis Model Faulting Tsunami ini melalui beberapa tahap. Pertama, mengkonstruksi model kecepatan lokal daerah-daerah di Indonesia yang rawan terhadap ancaman tsunami. Kedua, menuliskan program komputer dengan bahasa C dengan mengimplementasikan algoritma  Model Faulting Tsunamike dalam software SeisGram2K60. Ketiga, metode dan program hasil riset tersebut dituangkan dalam program komputer yang berbasis LINUX dan diberi nama software Joko Tingkir versi 1.11. Keempat, menerapkan software Joko Tingkir versi 1.11 menggunakan seismogram gempa bumi lokal di Indonesia untuk mengestimasi parameter durasi rupture, periode dominan dan durasi exceeds 50 detik dari gelombang P dan perkaliannya secara simultan. Selanjutnya, menguji apakah output-nya layak digunakan sebagai indikator untuk pengambilan keputusan apakah suatu gempa bumi menimbulkan tsunami atau tidak. Hasil eksperimen telah membuktikan bahwa kinerja peringatan dini tsunami yang menggunakan Model Faulting Tsunami lebih baik dibandingkan menggunakan Model Faulting Seismik.

Hadirin dan hadirat yang saya hormati dan saya muliakan,

Salah satu NETWORKING yang sudah dicapai terkait dengan Software Joko Tingkir versi 1.11 ini  adalah MOU antara FMIPA UNESA dengan BMKG Pusat Jakarta. Software Joko Tingkir versi 1.11 ini sedang diujicoba untuk diterapkan di Puslitbang Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Pusat Jakarta dan rencananya akan diterapkan secara real time di Puslitbang BMKG Pusat Jakarta mulai tahun 2014 untuk mendukung peningkatan kinerjaperingatan dini tsunami di Indonesia sebagaimana yang diinformasikan oleh Majalah nasional, Tempo pada tanggal 3 Maret 2013 dan  Koran Tempo pada tanggal 3 Maret 2013.  

Hadirin yang saya hormati dan saya banggakan,

Perkenankan di akhir orasi ilmiah ini, saya menghaturkan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah memberi dukungan dan mengantarkan saya untuk mencapai jenjang tertinggi dalam bidang akademik.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mengangkat saya menjadi guru besar di bidang Ilmu Fisika Bumi sejak 1 Maret 2013. Terima kasih kepada Rektor Universitas Negeri Surabaya, Bapak Prof. Dr. Muchlas Samani, MPd., selaku Ketua Senat Unesa dan seluruh anggota senat Unesa yang telah memberi kepercayaan kepada saya untuk menjadi guru besar.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Prof. Dr. Suyono, M.Pd. selaku Dekan FMIPA, Prof.Dr.dr. Tjandra Kirana M.Sjaifullah Noer, MS, Sp.And. selaku Dekan FMIPA periode sebelumnya, dan seluruh anggota Senat FMIPA, Drs. Hainur Rasyid Achmadi, MS. Selaku Ketua Jurusan Fisika, Prof. Dr. Prabowo, M.Pd. dan Prof. Dr. Budi Jatmiko, M.Pd. selaku reviewer internal untuk karya ilmiah usulan guru besar saya serta semua dosen Jurusan Fisika dan karyawan FMIPA yang telah banyak membantu proses pengusulan saya menjadi guru besar.

Ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya saya haturkan kepada kedua orang tua saya; ayahanda Kasmolan (Almarhum) dan Ibunda Sukani (Almarhumah) serta paman saya Sujono dan bibi saya Sulamah yang telah membesarkan, mendidik, dan selalu mendoakan saya. Juga kepada bapak-ibu mertua saya, H. Mustakim HM dan Hj. Zuhrotul Munawaroh atas segala dukungan dan doa yang telah diberikan selama ini.

Kepada istriku, Hj. Mariatul Qibtiyah, SH serta anak-anakku Ana Khusnul Faizah, S.Farm., Apt dan Dyah Permata Sari, S.Pd, saya sampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas semua kesabaran, pengertian, pengorbanan, dorongan, serta doa yang telah diberikan sehingga saya mampu memperoleh jabatan tertinggi dalam bidang akademik. Ucapan terima kasih juga tidak lupa saya sampaikan kepada semua saudara dan adik-adikku, atas dukungan moral dan material yang telah diberikan.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua guru saya di Madrasah Ibtida’iyah Sekaran, semua guru SMP Simanjaya, para ustad dari pesantren Al-Fattah Siman-Sekaran, para ustad dari pesantren Roudlotul Qur;an Tlogo Anyar, semua guru SMAN 1, yang semuanya di wilayah kabupaten Lamongan, semua dosen saya pada jenjang Sarjana di IKIP Negeri Surabaya, jenjang Magister Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada, jenjang Doktor Fisika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, yang secara tulus telah mendidik dan memberikan bekal ilmu kepada saya.

Ucapan terimakasih yang tak terhingga saya sampaikan kepada ahli Seismologi Fisika ITS, Prof. Dr. Bagus Jaya Santosa, S.U., dan Dr. Widya Utama DEA yang telah membimbing saya untuk mengenal dan menekuni Ilmu Fisika Bumi (spesialisasi seismologi) serta membimbing penelitian disertasi saya, dan semua dosen Fisika serta karyawan Fisika FMIPA ITS yang telah membantu kelancaran studi S3 saya. 

Ucapan terimakasih yang sangat mendalam saya sampaikan kepada Prof. Dr. Bagus Jaya Santosa, S. U. dari Fisika FMIPA ITS dan Prof. Dr. Sri Widyantoro dari ITB atas kesediaannya meluangkan waktu sebagai reviewer eksternal untuk menilai berkas usulan guru besar saya, terima kasih saya sampaikan kepada Dr. Sri Woro B. Harijono selaku Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Pusat Jakarta yang telah mengangkat saya sebagai tenaga ahli riset pasca gempa bumi dan tsunami serta Dr. Masturyono, M.Sc selaku Kepala PUSLITBANG BMKG yang telah menjalin kerjasama antara FMIPA UNESA dengan BMKG Pusat Jakarta.

Kepada semua pihak dan panitia yang telah bekerja keras untuk penyelenggaraan pengukuhan guru besar ini, saya sampaikan banyak terimakasih. Semoga semua amal dan budi baik ibu/ bapak/ saudara mendapatkan berkah dan balasan yang berlimpah dari Allah SWT. Amien.

 

Hadirin yang saya muliakan dan saya banggakan,

Saya mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas kesabaran, pengorbanan dan perhatiannya untuk mengikuti pengukuhan guru besar ini, semoga berkah dan dicatat oleh Allah SWT sebagai amal ibadah yang baik serta mendapatkan ridlo dari-Nya. Amien.

 

Yu Kasminten meresi santen.

Karo masak jangan koro.

Kulo kinten cekap semanten.

Sedoyo lepat nyuwon ngapuro.

 

            Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Guru Besar Fisika Bumi: Prof. Dr. Madlazim, M.Si